Sejarah Singkat

Aceh sebagai satu-satunya wilayah Indonesia yang tidak pernah diduduki Belanda, sejak tahun 1945 telah mendirikan Kantor Imigrasi di lima kota dan terus beroperasi selama revolusi kemerdekaan. Sejak tahun 1945-1947 di Banda Aceh telah ada jawatan Imigrasi Banda Aceh yang pertama adalah Bapak Amiroeddin yang menjabat dari tahun 1947 sampai dengan tahun 1952. Peristiwa cukup penting pada masa ini, jawatan Imigrasi yang semula di bawah Departemen Kehakiman, pada tahun 1947 pernah beralih menjadi di bawah kekuasaan Departemen Luar Negeri.

Keberadaan jawatan Imigrasi diawasi oleh Kepala Daerah, hal ini dapat kita lihat dalam petikan dari daftar Beslit-beslit Residen Aceh dari Negara Republik antara lain Nomor : 965/N.R.I. tanggal Kuta Raja, 11 oktober 1947 dengan lampiran Ketetapan Residen Aceh dari Negara R.I. tanggal 15 oktober 1947 Nomor : 695/N.R.I. atas nama Zainuddin Lubis juru usaha pada Kantor Imigrasi Bangsa Asing di Ulee Lheue.

Dua tahun kemudian dengan ketetapan Ketua Pengadilan Negeri Aceh Nomor : 80/KDA tanggal 24 desember 1949 nama Zainuddin Lubis diberikan gaji sebagai juru usaha pada Kantor Imigrasi Ulee Lheue, gaji dibayar dari Kantor Kas Negara di Kuta Raja.

Dari tahun 1952 sampai tahun 1954 Kepala Kantor Imigrasi Banda Aceh adalah Bapak Zailani, untuk tahun berikutnya kembali Bapak Amiruddin menjadi Kepala Kantor Imigrasi Banda Aceh sampai dengan tahun 1961.

Pada tahun 1959 Kantor Imigrasi Banda Aceh pindah dari Jalan SA Mahmudsyah ke Jalan Ahmad Yani Penayong Banda Aceh, Terakhir sejak tahun 1980 Kantor Imigrasi Banda Aceh pindah dari Jalan Ahmad Yani Peunayong ke Jl. Teungku Mohd. Daud Beureuh No. 82 Banda Aceh sampai dengan sekarang.

Kantor Imigrasi Banda Acah diresmikan menjadi Kantor Imigrasi Kelas ll pada tanggal 12 Maret 1983, dan pada Tahun 2004 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Azazi Manusia Nomor: M.05.PR.07.04 Tahun 2004. Tanggal 19 Agustus 2004 Kantor Imigrasi Kelas ll Banda Aceh Naik Kelas menjadi Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh dengan wilayah kerja meliputi:

1. Kota Banda Aceh

2. Kabupaten Aceh Besar

3. Kabupaten Pidie

4. Kabupaten Pidie jaya.

Pada Tahun 2004 Kantor Imigrasi Banda Aceh terkena musibah bencana alam berupa Gempa Bumi dan Gelombang Tsunami namun gedungnya masih tetap berdiri kokoh tidak mengalami kerusakan kecuali peralatan kantor yang rusak karena Tsunami.

Di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh terdapat tiga TPI yaitu Pelabuhan Laut Malahayati, Pelabuhan Laut Ulee Lheu serta satu pelabuhan Udara yaitu Bandara Blang Bintang yang sejak awal 1995 namanya diganti menjadi Bandara Sultan lskandar Muda.

Sejak adanya lmigrasi di Banda Aceh dari mulai tahun 1947, sudah 22 (dua puluh dua) Pejabat lmigrasi menjadi Kepala Kantor dan yang terakhir adalah Bapak Zulkifli sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas Banda Aceh sejak Januari 2016 sampai dengan sekarang.